Mau Juga 15 Hari Dapat 25 Juta Rupiah?

Semenjak kemarin di Timeline Twitter saya bertebaran berita mengenai aksi mogok para dokter di seluruh Nusantara yang "katanya" sengaja dihimbau oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Apa pendapat saya pribadi mengenai hal ini? Jika ditanya demikian, "ya sah-sah saja sih para dokter melakukan hal demikian, asal bukan karena lantaran ingin Dokter jadi kebal terhadap hukum saja, serta hak publik untuk mendapatkan pelayanan terabaikan."

Tetapi ada satu hal lagi yang lalu lalang di timeline saya yang juga menyita perhatian, yakni seorang pengemis yang diamankan oleh Dinas Sosial Jakarta Selatan yang katanya berpenghasilan 25 Juta dari mengemis selama 15 Hari saja.
Ngemis Tapi Tajir



Wow, sebuah nominal yang cukup besar bagi sebagian besar penduduk Indonesia yang sebagian besar berada di kelas ekonomi menengah ini. Pekerjaan apa yang bisa mendapatkan penghasilan sebesar itu? Wajar saja Jakarta atau kota-kota besar lainnya menjadi tujuan urbanisasi besar-besaran penduduk Indonesia yang berada di desa, kota besar seolah menjadi lahan empuk bagi para pencari rejeki yang "Tak Mau Susah Payah Bekerja" seperti ini.

Dengan adanya kejadian seperti ini apakah semakin menurunkan rasa "Belas Kasihan" sebagian besar orang terhadap kaum "Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial" seperti ini? padahal jika kita lihat, tidak semua Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial yang seperti ini, banyak yang benar-benar meminta/mengemis karena keadaan ekonomi yang sulit.

Lantas masih maukah kita memberi kepada para peminta/pengemis yang kenyataannya berpenghasilan lebih besar daripada kita? Atau anda mau juga 15 Hari dapat 25 juta Rupiah? Semuanya terserah Anda. salam. (NA)


Top